History Of Lovarian
Lovarian yang beranggotakan Imunk,
Rama, Abdee Ridho, Ozzy dan Virgy adalah band yang telah lama berjuang melalui
tanah musik independent di kota apel. Dalam perjalannya sejak tahun 2003,
Lovarian memulai karir sebagai band kampus. Imunk sebagai penggagas Lovarian
mengajak Ozzy dan rekan sejurusannya Meiky untuk membuat band yang eksis tidak
hanya di kalangan kampus saja namun diharapkan dapat menembus pasar nasional.
Segala bentuk usaha untuk mencapainya dilakukan oleh Lovarian, manggung dari kampus ke kampus, cafe to cafe, local tv, event-event radio hingga mengisi soundtrack di beberapa film independent produksi filmmaker asli Malang, sampai tawaran mengisi kompilasi pernah disambangi oleh Lovarian dan menjadikan mereka salah satu band terbaik di Malang. Namun itu semua bukan tanpa pengorbanan.
Segala bentuk usaha untuk mencapainya dilakukan oleh Lovarian, manggung dari kampus ke kampus, cafe to cafe, local tv, event-event radio hingga mengisi soundtrack di beberapa film independent produksi filmmaker asli Malang, sampai tawaran mengisi kompilasi pernah disambangi oleh Lovarian dan menjadikan mereka salah satu band terbaik di Malang. Namun itu semua bukan tanpa pengorbanan.
Sebagaimana
band yang serius menjadikan sebagai musik pilihan hidup, mempunyai album
merupakan sebuah pencapaian tersendiri dalam karir bermusik. Impian tersebut
ternyata tak semudah seperti yang dibayangkan oleh Imunk dan kawan-kawan.
Sempat
semangat mereka padam akibat berbagai masalah, diantaranya harus kehilangan
Chimot yang sebelumnya menggawangi drums dan Meiky sang vokalis. Tak hanya itu,
mereka pun harus bersaing dengan ratusan band lain yang sama-sama mencoba di
jalur musik. Hanya ada dua kemungkinan bagi mereka, terus maju bermusik dengan
segala pahit getirnya atau menyerah pada keadaan atau bahkan berhenti bermusik
untuk bekerja di tempat yang membosankan dan mengubur semua impian, ide kreatif
dan semangat menjadi musisi. Namun nasib membawa mereka bertemu dengan produser
Ruzie Firuzie dan Andrey Noorman dan executive producer Ignatius Andy, dan kini
mereka berada di bawah bendera Goodfaith Production yang sebelumnya sukses
meluncurkan album “Rectoverso” Dewi Lestari.
Mengkomunikasikan cinta dengan musik
merupakan tantangan tersendiri. Kesederhanaan berpikir Imunk, gitaris yang
mempunyai nama asli Mulyadi ini, menjadikan karya-karya Lovarian patut
diperhitungkan. Salah satunya adalah pilihan nama Lovarian yang idenya didapat
saat duduk di sebuah kelas perkuliahan. Dari menggabungka kata “love” dan
akhiran “rian” menjadian Lovarian berarti hanya cinta sebagaimana kata
vegetarian, hanya sayuran.
Imunk pada
gitar, Rama pada gitar dan keyboard, Abdee Ridho pada drums, Ozzy pada bass dan
Virgy pada vocal, berharap kehadiran musik Lovarian di kancah permusikan
nasional dapat menyentuh seluruh lapisan. Sebagaimana cinta adalah anugerah,
cinta adalah kekuatan, hanya cinta adalah Lovarian.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar