Rahasia Dibalik Lebah Madu

Rahasia dibalik Lebah Madu
                Kecil tapi besar.  Yapz itulah lebah madu, walau bertubuh mungil dan tak mampu berfikir layaknya manusia namun pekerjaan besar dan rumit bisa diselesaikan dengan mengagumkan. Menurut para peneliti, dalam beberapa hal, manusia tak bisa melakukan sebaik dan serapi lebah madu.
                Hebatnya lagi, tak ada yang sia-sia dari lebah madu. Semua yang melekat padanya bermanfaat. Mulai dari racunnya, susu ratu, pollen, roti, madu, lilin, propollis hingga tempayah (bayi lebah).  
                Manfaat lebah tak hanya yang berbentuk fisik saja, tetapi  non fisik juga, misalnya cara komunikasi antar lebah yang mengagumkan, sistim organisasi koloni, dan lain sebagainya yang memberi inspirasi bagi manusia.
                Dengan berbagai keajaiban yang dimiliki lebah madu. Tak heran, kalau akhirnmya Allah SWT mengapresiasinya dengan mengabadikan lebah dalam kitab suci Al quran surat an nahl ayat 68-69.
                Disamping pekerja keras, lebah madu juga cerdas. Walau tanpa dilatih, mereka mampu membuat sebuah sarang yang rumit, unik namun kokoh berbentuk heksagonal.
                Lebah madu memulainya dari tempat berbeda dan menjalin sarangnya secara serentak. Anehnya, jalinan “bangunan” berbentuk heksagon-heksagon yang identik tersebut bisa bertemu ditengah sarang. Titik-titik sambungnya dipasang dengan begitu terampil sehingga tidak ada tanda-tanda telah digabungkan.
                Bentuk ini, oleh para ahli matematika dianggap sebagai bentuk geometri paling tepat untuk penggunaan maksimum suatu ruang dibanding bentuk lain. Sel berbentuk heksagonal membutuhkan “bahan bangunan” minimum, tetapi mampu menyimpan madu dalam jumlah maksimum. Ehm....hebat ya.
                                Kerjasama..
                Ibarat sebuah tim, maka koloni lebah madu adalah sebuah tim yang solid. Padahal, umumnya dalam sebuah koloni dihuni sekitar 60-70 ribu lebah. Bisa dibayangkan, bagaimana ramainya sebuah sarang lebah dengan “jumlah penduduk” sebanyak itu?
                Tetapi, ribuan lebah tersebut mampu bekerjasama secara teratur, terencana dan tanpa kesalahan untuk mencapai satu tujuan yang sama.
                Sebenarnya, langkah yang sama juga dilakukan manusia yakni dengan membuat sistim organisasi yang diatur sedemikian rupa, misalnya dengan penyiapan jadwal kerja serta pembagian tugas. Tetapi, tetap saja, ada kekurangan dalam pelaksanaannya.
                Dalam sebuah pabrik, misalnya, terdapat struktur jabatan yang rapi, mulai dari para pekerja, mandor, insinyur, manajer pelaksana dan manajer umum. tak hanya itu, agar aktivitas produksi distribusi, bahkan sampai evaluasi dapat berjalan maksimal, maka dibuatlah schedule kerja.
                Anehnya, setelah semua persyaratan diatas dipenuhi, sistem organisasinya telah terbentuk, dan semua pihak mulai dari pekerja sampai manajer umum telah menempati posnya masing-masing, hanya beberapa ratus tenaga kerja saja yang mampu bekerja bersama secara harmonis.
                                Obat...
                Salah satu keajaiban lebah adalah madu. Sejak dulu, selain dikenal sebagai makanan bergizi tinggi dan pengawet, madu juga digunakan sebagai obat.
                Zaman mesir kuno misalnya, madu dipakai sebagai salah satu bahan pengawet mumi. Era Yunani kuno, madu malah sudah digunakan untuk kosmetik.
                Tak hanya itu, madu juga digunakan sebagai obat. Konferensi Apikultur Sedunia (World Apiculture Conference) 1993 di Cina, telah membuktikannya.
                Hasil konferensi tersebut, madu, royal jelly, serbuk sari dan propolis dapat mengobati berbagai penyakit. Bahkan, berdasar pengalaman dokter asal Rumania, berkat madu 2002 dari 2004 pasien katarak yang ditanganinya sembuh.
                Madu kaya dengan berbagai enzim yang bermanfaat membantu proses pencernaan dan memperlancar metabolisme tubuh, juga berbagai mineral dan vitamin B1, B2, C dan B3.
                Hebatnya, Alquran mengetahiu rahasia “keajaiban” madu 10 abad lebih dulu dibanding para dokter dalam konferensi tersebut. Allah merekam manfaat lebah ini dalam surat an nahl ayat 69.
                Sejak dulu, metode Apiterapy (pengobatan menggunakan produk lebah) telah dikenal di Timur Tengah dan Cina 2.000 hingga 3.000 tahun lalu.
                Dalam buku kuno Cina ditemui teori “Yi Gong Du” (racun melawan rawun) dengan media sengat lebah untuk mengobati penyakit. Bahkan, Hippocrates –bapak kedokteran modern- juga menggunakannya.
                Pada konferensi Terapi Akupungtur Sengatan Lebah (Bee Venom Theraphy) Sedunia ke-II di Nanjing, RRC, September 1993, WHO mengakui apipungtur sebagai alternatif pengobatan.
                Banyak penyakit berhasil disembuhkan misalnya sakit pinggang, asma, batuk, nyeri lambung, anemia, impotensi, kelumpuhan dan batu ginjal.
                Kini, buku yang menerangkan manfaat sengat lebah banyak ditulis, misalnya oleh Dr. Bodog F. Bench (Hongaria), Dr. Yoseph  Broadman (Jerman), Dr. Yoseph Saine (Kanada) dan lain sebagainya.
                Setidaknya, ilham yang diberikan oleh Allah kepada lebah madu ini menolakteori evolusi ala darwinisme. Lodikanya, bagaimana mungkin lebah bisa mempunyai kecerdasan dan keajaiban yang mengagumkan, kalau tak ada yang menciptakan.
                Dan hanya orang-orang yang mau berfikir dengan akal sehat saja yang dapat mengungkap rahasia penciptaan makhluk-Nya. Bukankah Allah sudah menegaskan hal ini lewat surat-surat dalam Al quran;
Afalaa yatadzakkarun?
                                                                                                                                Dari Berbagai Sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar