Tentang Bunga Mawar



Tentang Bunga Mawar
Suatu ketika, saya mempunyai sebuah bibit mawar. Saya ingin sekali menanam mawar itu di kebun samping rumah saya.Semua saya siapkan untuk menanam bibit mawar itu. Saya menanamnya pada pot kecil. Saya pilihnya tempat yang terbaik, dan diletakkan pot itu di sudut yang cukup mendapat sinar matahari. Saya berharap, bibit ini dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pula.

Tiap hari saya sirami bibit mawar itu. Dengan tekun,saya merawat pohon itu. Tak lupa, jika ada rumput yang menganggu, segera saya cabuti agar terhindar dari kekurangan makanan.

Beberapa waktu kemudian, mulailah tumbuh kuncup bunga itu. Kelopaknya tampak mulai merekah, walau warnanya belum terlihat sempurna. Saya pun senang, kerja keras saya mulai membuahkan hasil. Saya perhatikan bunga itu dengan taip hari. saya menjadi heran, sebab tumbuh pula duri-duri kecil yang menutupi tangkai-tangkainya. Saya kecewa mengapa duri-duri tajam itu muncul bersamaan dengan merekahnya bunga yang indah ini. Tentu, duri-duri itu akan menganggu keindahan mawar-mawar milik saya.

Saya berpikir mengapa dari bunga seindah ini, tumbuh banyak sekali duri yang tajam. Tentu hal ini akan menyulitkan bagi saya untuk merawatnya nanti. Setiap kali saya rapihkan, selalu saja tangan saya terluka. Selalu saja ada ada bagian dari kulit saya yang tergores. pekerjaan ini hanya membuat saya sakit. Saya tak akan membiarkan tangan saya berdarah karena duri-duri penganggu ini..

Lama kelamaan, saya menjadi enggan untuk merawat dan memperhatikan mawar milik saya itu. Saya mulai tak peduli. Setiap pagi dan sore hari mawar itu tak pernah lagi saya sirami.. Saya biarkan saja rumput-rumput menganggu pertumbuhan mawar itu. Kelopaknya yang dahulu mulai merekah, kini tampak merona sayu. Daun-daun yang tumbuh di setiap tangkai pun mulai jatuh satu-persatu. Akhirnya, sebelum berkembang dengan sempurna, bunga itu pun menjadi layu.
maafkan saya bungan mawar
saya ngak mau terluka...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar